rahmadinata
be a man be a master..
 
 

Link Lain

 

Komentator

  •  (1)
  •  (1)
  •  (1)
  • abdulmohamed (1)
  • abdulmohamed (1)
  •  

    Pengunjung

    172835
     

    "Kuch Kuch Hota Hai"

    Pak Haji dan Bioskop

     

    Pada zaman bioskop menjual karcis separuh harga untuk para anggota tentara dan polisi, calon-calon penonton sebuah film India berjubel didepan loket. Seorang haji yang baru pertama kali mengunjungi kota besar itu, ikut antri dibelakang seorang tentara dan polisi. Tiba giliran tentara dilayani, ia berkata, “Tentara dua!”. Sesudah diberi tiket dan membayar, tentara itu keluar barisan.

    Lalu polisi pun menyodorkan uangnya dan berkata, “Polisi tiga!”.

    Sampailah sekarang giliran Pak Haji dari kampung itu. Ia berkata, “Haji satu, jangan banyak-banyak!”

    Maka untuk Pak Haji pun diberikan sebuah tiket. Setelah itu, mengikuti yang lain-lain, iapun menyerahkan karcisnya kepada portir, petugas bioskop tersebut.

    Oleh portir, karcis itu disobek. Pak Haji terperanjat, ia mengomel sendirian, “Kurang ajar, karcisku tidak terpakai, disobeknya?”

    Maka ia antri kembali dan membeli tiket selembar lagi. Setelah ia menuju ke portir, kembali karcisnya disobek oleh portir itu, ia mengumpat dalam hati, “Kurang ajar, Karcisku disobek lagi? Tapi aku bukan orang bodoh, aku akan membeli karcis dua, yang satu akan kusembunyikan”.

    Lantas Pak Haji membeli dua karcis. Tatkala karcis yang satu disobek portir, Pak Haji menyembunyikan karcis yang satunya lagi dalam sarungnya, tentu saja portir tidak akan menyobek karcis untuk yang kedua kalinya. Haji itu tertawa gembira, “Naaah.. kena tipu kau..”

    Didalam bioskop, orang sudah duduk di kursi masing-masing. Sesuai kebiasaaan di kampungnya, ia menyalami mereka satu persatu, barulah kemudian ia duduk di bangku paling depan, meskipun karcisnya kelas utama di balkon. Haji itu menggumam, “Paling afdhal kan berada di shaf paling depan? Pahalanya lebih besar …”

    Sebelum film diputar, ditayangkan dulu prolog film yang dibuat oleh PFN (Produksi Film Negara), lambangnya adalah gambar bola dunia. Haji itu dengan suka cita berseru, “Oh.. rupanya ada rapat NU!”

    NU adalah Nahdlatul Ulama yang lambangnya juga bola dunia diikat tambang. Waktu itu NU merupakan organisasi islam terbesar di Indonesia disamping Muhammadiyah dan Sarekat Islam.

    Kebetulan yang muncul mula-mula gambar Presiden Soeharto sedang berpidato. Haji itu kian gembira, “Hebaaat… Pak Harto ikut menyambut rapat NU!”

    Untung sesudah itu ia tertidur pulas sampai pemutaran film India berakhir. Sehingga dengan lega Pak Haji pulang tanpa menyaksikan goyang pinggul bintang-bintang film India dalam cerita yang berjudul Kuch Kuch Hota Hai itu …

    Komentar :

    Nama :
    E-mail :
    Web :
    Komentar :
    Masukkan kode pada gambar

        [Emoticon]
     

    Pengumuman PPMB

     

    Artikel Popular

    • Hak Asasi Manusia (Hand Out 2)
      CIVIC EDUCATIONS - 01-12-2012 09:48:46  (14)
    • Hak Asasi Manusia (Hand Out 1)
      CIVIC EDUCATIONS - 01-12-2012 09:11:16  (7)
    • PERMENAG 2 / 2008
      Regulasi Pendidikan Kita - 30-10-2012 09:53:29  (7)
    • Apa itu Globalisasi??
      CIVIC EDUCATIONS - 16-10-2012 09:56:31  (4)
    • SISTEM POLITIK INDONESIA
      CIVIC EDUCATIONS - 05-06-2014 08:39:46  (3)
     
     
     

    time

     

    animasi

     
    Home | Profil | Pengumuman

    Copyright © makinpintar.com | UNAIR | Smartcloud