rahmadinata
be a man be a master..
 
 

Link Lain

 
 

Pengunjung

96826
 

RPP PKn SMA/MA

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

 

Bab 1

Hakikat Bangsa dan Negara

 

Nama Madrasah     : MA Muhammadiyah “Plus” Cisaat

Mata Pelajaran       : Pendidikan Kewarganegaraan

Kelas/Semester        : X/1    

Alokasi Waktu        : 12 jam pelajaran (6 x pertemuan)

Dilaksanakan          : Pada pertemuan ke-1 s.d. 6

 

 

Standar Kompetensi :    1. Memahami hakikat bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Kompetensi Dasar     :    

1.1    Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara

1.2    Mendeskripsikan hakikat negara dan bentuk-bentuk kenegaraan

1.3    Menjelaskan pengertian, fungsi, dan tujuan NKRI

1.4    Menunjukkan semangat kebangsaan, nasionalisme, dan patriotisme  dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara

Indikator                    :     - Menjelaskan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara

                                          - Menjelaskan hakikat negara dan bentuk-bentuk kenegaraan

                                          - Memahami dan menjelaskan pengertian, fungsi, dan tujuan NKRI

                                         - Memberi contoh semangat kebangsaan, nasionalisme, dan patriotisme dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara

 

A.    Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari hakikat bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia), diharapkan :

-     Siswa dapat mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara

-     Siswa dapat mendeskripsikan hakikat negara dan bentuk-bentuk kenegaraan

-     Siswa dapat menjelaskan pengertian, fungsi, dan tujuan NKRI

-     Siswa dapat menunjukkan semangat kebangsaan, nasionalisme, dan patriotisme dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara

B.              Materi Pembelajaran

      Hakikat Bangsa dan Negara

            Pertemuan Ke-1 dan 2

1.   Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa dengan derajat paling tinggi di antara ciptaan-ciptaan yang lain.

2.   Manusia tercipta sebagai makhluk monodualis, yaitu sebagai makhluk individu dan sebagai makhluk sosial.

3.   Bangsa adalah sekelompok masyarakat yang bersamaan asal keturunan, adat, bahasa, dan sejarahnya, serta berpemerintahan sendiri.

4.   Pada umumnya terbentuknya suatu bangsa tidak secara tiba-tiba, akan tetapi melalui proses yang relatif panjang. Proses ini menumbuhkan unsur-unsur penyatu/perekat yang mendorong terbentuknya satu kesatuan manusia yang disebut sebagai bangsa (nation).

5.   Negara sebagai organisasi kekuasaan berarti kemampuan negara untuk memengaruhi tingkah laku masyarakatnya sedemikian rupa sehingga masyarakat bertingkah laku sesuai dengan keinginan dan tujuan negara.

6.   Sifat hakikat negara terdiri atas sifat memaksa, monopoli, dan sifat mencakup semua (all embracing).

7.   Unsur-unsur terbentuknya negara, yaitu wilayah, rakyat, dan pemerintah yang berdaulat (unsur konstitutif), dan pengakuan dari negara lain sebagai unsur deklaratif.

8.   Dalam teori kenegaraan, secara umum terdapat tiga bentuk kenegaraan, yaitu negara kesatuan, negara serikat, dan serikat negara (konfederasi).

 

Pertemuan Ke-3 dan 4

1.       Fungsi negara merupakan aktivitas atau kegiatan nyata dalam rangka mencapai tujuan negara.

2.       Tujuan negara adalah segala sesuatu yang telah ditetapkan ingin dicapai atau dicita-citakan di masa yang akan datang oleh suatu bangsa dalam bernegara.

 3.   Negara sebagai sebuah organisasi dalam menyelenggarakan kehidupan masyarakat memiliki fungsi, yaitu sebagai pengatur kehidupan dalam negara untuk menciptakan tujuan-tujuan negara.

 4.   Menurut Aristoteles, negara bertujuan menyelenggarakan kehidupan yang dicita-citakan oleh warga negaranya.

 5.   Tujuan negara Indonesia tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 alinea keempat.

 

Pertemuan Ke-5 dan 6

1.   Negara Indonesia merdeka atas hasil perjuangan sendiri serta berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa.

2.   Untuk memelihara kemerdekaan diperlukan semangat kebangsaan dan patriotisme.

3.   Nasionalisme adalah perasaaan cinta atau bangga terhadap tanah air dan bangsanya dengan tetap menghormati bangsa lain karena merasa sebagai bagian dari bangsa lain di dunia.

4.   Patriotisme adalah semangat kecintaan pada tanah air, bangsa, dan negara.

 

C.  Strategi Pembelajaran

Ø  Model Pembelajaran     : Examples Non-Examples, JIGSAW, Student Team Achievement Division (STAD)  

Ø  Pendekatan                       : Student Centered Approach

Ø  Metode Pembelajaran       : Diskusi kelompok, Ceramah bervariasi

 

D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

 

      Pertemuan Ke-1 dan 2

            Pendahuluan

                                            Apersepsi:

     Siswa diberi pemahaman tentang hakikat manusia, bangsa dan negara

Motivasi:

Memotivasi akan pentingnya menguasai materi ini dengan baik, untuk membantu siswa dalam memahami hakikat bangsa dan negara

Kegiatan Inti

1.   Dengan informasi dari guru, siswa diajak memahami hakikat bangsa dan negara. (Eksplorasi)

2.  Dengan berdiskusi dan tanya jawab siswa diajak menyebutkan unsur-unsur terbentuknya bangsa dan negara. (Elaborasi)

3.   Dengan berdiskusi dan tanya jawab siswa diajak menyebutkan bentuk-bentuk kenegaraan. (Elaborasi)

4    Guru memberi tugas siswa untuk mengerjakan latihan soal-soal tentang hakikat bangsa dan negara. (Elaborasi)

5.   Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa. (Konfirmasi)

6.   Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan, dan penyimpulan. (Konfirmasi)

            Kegiatan Penutup

1.    Dengan bimbingan guru siswa diminta untuk membuat rangkuman materi

2.   Siswa dan guru melakukan refleksi

3.   Guru memberikan tugas rumah (PR)

     

 

 

Pertemuan Ke-3 dan 4

            Pendahuluan

                                            Apersepsi:

     Siswa diberi pemahaman tentang fungsi dan tujuan negara

Motivasi:

Memotivasi akan pentingnya menguasai materi ini dengan baik, untuk membantu siswa dalam memahami fungsi dan tujuan negara

Kegiatan Inti

1.   Dengan informasi dari guru, siswa diajak memahami fungsi negara. (Eksplorasi)

2.  Dengan berdiskusi dan tanya jawab siswa diajak menjelaskan tujuan negara. (Elaborasi)

3.   Dengan berdiskusi dan tanya jawab siswa diajak menyebutkan tujuan negara Indonesia. (Elaborasi)

4.  Guru memberi tugas siswa untuk mengerjakan latihan soal-soal tentang fungsi dan tujuan negara. (Elaborasi)

5.   Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa. (Konfirmasi)

6.   Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan, dan penyimpulan. (Konfirmasi)

            Kegiatan Penutup

1.   Dengan bimbingan guru siswa diminta untuk membuat rangkuman materi

2.   Siswa dan guru melakukan refleksi

3.   Guru memberikan tugas rumah (PR)

     

Pertemuan Ke-5 dan 6

            Pendahuluan

                                            Apersepsi:

     Siswa diberi pemahaman tentang semangat kebangsaan dalam kehidupan

Motivasi:

Memotivasi akan pentingnya menguasai materi ini dengan baik, untuk membantu siswa dalam memahami semangat kebangsaan dalam kehidupan

Kegiatan Inti

1.   Dengan informasi dari guru, siswa diajak memahami pentingnya semangat kebangsaan dalam kehidupan. (Eksplorasi)

2.  Dengan berdiskusi dan tanya jawab siswa diajak menyebutkan macam-macam semangat kebangsaan. (Elaborasi)

3.   Dengan berdiskusi dan tanya jawab siswa diajak menyebutkan contoh penerapan semangat kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. (Elaborasi)

4.  Guru memberi tugas siswa untuk mengerjakan latihan soal-soal tentang hakikat bangsa dan negara. (Elaborasi)

5.   Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa. (Konfirmasi)

6.   Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan, dan penyimpulan. (Konfirmasi)

            Kegiatan Penutup

1.   Dengan bimbingan guru siswa diminta untuk membuat rangkuman materi

2.   Siswa dan guru melakukan refleksi

3.   Guru memberikan tugas rumah (PR)

E. Alat dan Bahan

1.   Alat    : Laptop (infocus)  

2.   Sumber belajar   :

         - Buku paket PKn Kelas X (Budianto, Penerbit : Erlangga)

         - Buku lain yang relevan

       -    Hand Out

F.   Penilaian

1.   Teknik/jenis  : kuis dan tugas individu

2.   Bentuk instrumen: pertanyaan lisan dan tes tertulis

3.   Instrumen/soal : (terlampir di halaman berikutnya)

Contoh Instrumen Penilaian :

A. Pilihan Ganda

1.  Manusia selain sebagai makhluk individu juga sebagai makhluk sosial. Hal yang termasuk ke dalam karakteristik tersebut adalah sebagai berikut, kecuali ….

     a.  kerja sama

     b.  kemampuan berpikir

     c.  naluri

     d.  komunikasi

e.  interaksi

2.  Bangsa berarti kelompok orang yang mempunyai asal keturunan yang sama dan mempunyai sejarah ….

a.  penderitaan negara

b.  perjuangan bangsa

c.  masa lampau

d.  yang sama

e. kemerdekaan negara

3. Di bawah ini merupakan faktor terbentuknya negara, kecuali ….

a.  tempat tinggal yang sama

b.  sejarah memiliki kesamaan

c.  tujuan yang dicapai sama

d.  memiliki nasib yang sama

e.  memiliki cita-cita yang sama

4.Tujuan Negara Republik Indonesia tercantum dalam Pembukaam UUD 1945, alinea ….

a. I

b. II

c. III

d. IV

e. II dan III

5. Kedaulatan tidak terbagi-bagi dalam beberapa kekuasaan tertinggi. Ini merupakan sisfat kedaulatan yang berupa ….

a. tertinggi

b. permanen

c. absolut

d. asli

e. bulat

B. Uraian

1.    Jelaskan pengertian Bangsa!

2.    Sebutkan 3 (tiga) unsur konstitutif berdirinya suatu negara!

3.    Apa yang membedakan “Penduduk” dengan “Warga Negara”?

4.    Apa yang dimaksud “Memaksa” dan “Memonopoli” sebagai sifat hakikat dari suatu negara?

5.  Sebutkan Tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia!

 

Perhitungan nilai akhir dalam skala 0 – 100

 

 

Mengetahui,

 

Kadungora,  16 Juli 2012

Kepala MAM “Plus” Cisaat

 

Guru Mata Pelajaran,

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dedi Suryadi, S.Ag.

 

Arif Kurniawan R., S.Pd.

NBM. 901 242

 

NBM. 961.297

 

 

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Bab 2

Sistem Hukum dan Peradilan Nasional

 

Nama Madrasah     :   MA Muhammadiyah “Plus” Cisaat

Mata Pelajaran       :   Pendidikan Kewarganegaraan

Kelas/Semester        :   X/1  

Alokasi Waktu        :   14 jam pelajaran (7 x pertemuan)

Dilaksanakan          :   Pada pertemuan ke-7 s.d. 13

 

 

Standar Kompetensi :  2.  Menampilkan sikap positif terhadap sistem hukum dan peradilan nasional

Kompetensi Dasar     :

2.1.  Mendeskripsikan pengertian sistem hukum dan peradilan nasional

2.2.  Menganalisis peranan lembaga-lembaga peradilan

2.3.  Menunjukkan sikap yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku

2.4.  Menganalisis upaya pemberantasan korupsi di Indonesia

2.5.  Menampilkan peran serta dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia

Indikator                   

Ø  Menjelaskan pengertian sistem hukum dan peradilan nasional

Ø  Menyebutkan peranan lembaga-lembaga peradilan

Ø  Memberi contoh sikap yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku

Ø  Menjelaskan upaya pemberantasan korupsi di Indonesia

Ø  Memberi contoh peran serta dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia

 

A.    Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari sistem hukum dan peradilan nasional, diharapkan :

-        Siswa dapat mendeskripsikan pengertian sistem hukum dan peradilan nasional

-        Siswa dapat menganalisis peranan lembaga-lembaga peradilan

-        Siswa dapat menunjukkan sikap yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku

-        Siswa dapat menganalisis upaya pemberantasan korupsi di Indonesia

-        Siswa dapat menampilkan peran serta dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia

 

B.              Materi Pembelajaran

Hukum dan peradilan nasional

Pertemuan Ke-7 dan 8

1.   Hukum adalah himpunan peraturan (perintah dan larangan) yang mengurus tata tertib suatu masyarakat dan karena itu harus ditaati oleh masyarakat itu.

2.   Segala sesuatu yang menimbulkan aturan yang mempunyai kekuatan memaksa, yaitu aturan-aturan yang pelanggarannya dikenai sanksi yang tegas dan nyata, disebut dengan sumber hukum.

3.   Sumber hukum materiil adalah keyakinan dan perasaan hukum individu dan pendapat umum yang menentukan isi atau materi hukum.

4.   Hukum formal adalah perwujudan bentuk dari isi hukum materiil yang menentukan berlakunya hukum itu sendiri.

5.   Yang menjadi sumber hukum adalah undang-undang, kebiasaan (custom), keputusan-keputusan hakim (yurisprudensi), dan traktat.

 

 

 

Pertemuan Ke-9 dan 10

1.   Lembaga peradilan merupakan lembaga independen dan alat perlengkapan negara yang bertugas menyelesaikan semua sengketa pidana dalam masyarakat Indonesia.

2.   Indonesia merupakan negara hukum. Hal ini dijelaskan dalam UUD 1945 Pasal 1 ayat (3).

3.   Sebagai negara hukum, maka Indonesia memiliki lembaga peradilan yang bebas dan tidak memihak serta tidak dipengaruhi oleh kekuasaan apapun.

4.   Dalam UU No. 4 Tahun 2004, diuraikan bahwa kekuasaan kehakiman dilakukan oleh pengadilan dalam empat lingkungan peradilan, yaitu Peradilan Umum, Peradilan Agama, Peradilan Militer, dan Peradilan Tata Usaha Negara.

 

Pertemuan Ke-11 s.d. 13

1.   Korupsi adalah penyelewengan atau penggelapan (uang negara atau perusahaan) dan sebagainya untuk keuntungan pribadi atau orang lain.

2.   Dasar hukum pemberantasan korupsi di Indonesia antara lain:

      a.   UU RI No. 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

      b.   PP RI No. 19 Tahun 2000 tentang Tim Gabungan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

      c.   UU RI No. 26 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

3.   Lembaga Swadaya Masyarakat yang berperan dalam upaya pemberantasan korupsi, yaitu ICW dan G2W.

 

C.  Strategi Pembelajaran

     Diskusi kelompok, tanya jawab,  inkuiri, dan penugasan

Ø  Model Pembelajaran     : Examples Non-Examples, JIGSAW, Student Team Achievement Division (STAD)  

Ø  Pendekatan                       :  Student Centered Approach

Ø  Metode Pembelajaran       :  Diskusi kelompok, ceramah bervariasi, tanya jawab, inkuiri dan penugasan

 

D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

 

      Pertemuan Ke-7 dan 8

            Pendahuluan

                                            Apersepsi:

     Siswa diberi pemahaman tentang sistem hukum Indonesia

Motivasi:

Memotivasi akan pentingnya menguasai materi ini dengan baik, untuk membantu siswa dalam memahami tentang sistem hukum di Indonesia

Kegiatan Inti

1.   Dengan informasi dari guru, siswa diajak memahami pengertian hukum. (Eksplorasi)

2.  Dengan berdiskusi dan tanya jawab siswa diajak memahami dan menyebutkan sumber-sumber hukum di Indonesia. (Elaborasi)

3.   Dengan berdiskusi dan tanya jawab siswa diajak menyebutkan dan menjelaskan penggolongan hukum di Indonesia. (Elaborasi)

4.   Guru memberi tugas siswa untuk mengerjakan latihan soal-soal tentang sistem hukum di Indonesia. (Elaborasi)

5.   Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa. (Konfirmasi)

6.   Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan, dan penyimpulan. (Konfirmasi)

Kegiatan Penutup

1.   Dengan bimbingan guru siswa diminta untuk membuat rangkuman materi

2.   Siswa dan guru melakukan refleksi

3.   Guru memberikan tugas rumah (PR)

     

Pertemuan Ke-9 dan 10

            Pendahuluan

                                            Apersepsi:

     Siswa diberi pemahaman tentang lembaga peradilan

Motivasi:

Memotivasi akan pentingnya menguasai materi ini dengan baik, untuk membantu siswa dalam memahami tentang lembaga peradilan di Indonesia

Kegiatan Inti

1.  Dengan informasi dari guru siswa diajak memahami pengertian lembaga peradilan. (Eksplorasi)

2.   Dengan berdiskusi dan tanya jawab siswa diajak menyebutkan klasifikasi lembaga peradilan di Indonesia. (Elaborasi)

3.   Dengan berdiskusi dan tanya jawab siswa diajak menjelaskan peran masing-masing lembaga peradilan. (Elaborasi)

4.  Guru memberi tugas siswa untuk mengerjakan latihan soal-soal tentang lembaga peradilan. (Elaborasi)

5.   Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa. (Konfirmasi)

6.   Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan, dan penyimpulan. (Konfirmasi)

Kegiatan Penutup

1.   Dengan bimbingan guru siswa diminta untuk membuat rangkuman materi

2.   Siswa dan guru melakukan refleksi

3.   Guru memberikan tugas rumah (PR)

     

Pertemuan Ke-11 s.d 13

            Pendahuluan

                                            Apersepsi:

     Siswa diberi pemahaman tentang korupsi

Motivasi:

Memotivasi akan pentingnya menguasai materi ini dengan baik, untuk membantu siswa dalam memahami pentingnya upaya pemberantasan korupsi di Indonesia

Kegiatan Inti

1.  Dengan informasi dari guru siswa diajak memahami pengertian korupsi. (Eksplorasi)

2.   Dengan berdiskusi dan tanya jawab siswa diajak menyebutkan dasar hukum pemberantasan korupsi di Indonesia. (Elaborasi)

3.   Dengan berdiskusi dan tanya jawab siswa diajak menjelaskan upaya yang dilakukan untuk memberantas korupsi. (Elaborasi)

4.  Guru memberi tugas siswa untuk mengerjakan latihan soal-soal tentang upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. (Elaborasi)

5.   Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa. (Konfirmasi)

6.   Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan, dan penyimpulan. (Konfirmasi)

Kegiatan Penutup

1.   Dengan bimbingan guru siswa diminta untuk membuat rangkuman materi

2.    Siswa dan guru melakukan refleksi

3.   Guru memberikan tugas rumah (PR)

E. Alat dan Bahan

1.   Alat    : Laptop (infocus) 

2.   Sumber belajar   :

         - Buku paket PKn Kelas X (Budianto, Penerbit : Erlangga)

         - Buku lain yang relevan, Hand Out.

F.   Penilaian

1.   Teknik/jenis  : kuis dan tugas individu

2.   Bentuk instrumen: pertanyaan lisan dan tes tertulis (pilihan ganda)

3.   Instrumen/soal:

A. Pilihan Ganda       

                   1.  Ciri-ciri sistem hukum yang baik adalah ....

                        a.  sistem berpihak pada negara

                        b.  terdiri dari berbagai unsur yang satu sama lain saling berhubungan

                        c.  tidak terjadi tumpang tindih di antara bagian-bagian yang ada

                        d. sistem hukum tidak menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan masalah

                        e.  sistem hukum yang berpihak pada penguasa

2.   Hukum adalah keseluruhan syarat-syarat yang dengan ini kehendak bebas dari orang yang satu dapat menyesuaikan diri dengan kehendak bebas orang yang lain, menurut peraturan hukum tentang kemerdekaan, pernyataan tersebut adalah pendapat ….

                        a.  Leon Duguit       

                        b.  E.M. Meyers

                        c.  Immanuel Kant

                        d. J.C.T. Simorangkir dan Woerjono Sastropranoto

                        e.  S.M. Amin 

                   3.  Yang termasuk hukum tidak tertulis adalah ....

                        a.  perpu      b.  perda               c.  UU                  d.  PP          e.  konvensi

4.  Sumber hukum yang menentukan isi hukum, dan mengatur segala aspek kehidupan manusia dan setiap manusia terikat oleh aturan-aturan atau hukum, hal ini disebut ....

                        a.  sumber hukum dalam arti formil      d. undang-undang dalam arti materiil

                        b.  sumber hukum dalam arti materiil    e.  kebiasaan

                        c.  undang-undang dalam arti formil

5.  Setiap keputusan pemerintah yang karena cara pembuatannya maka disebut undang-undang, disebut               ....

                        a.  sumber hukum dalam arti materiil    d. undang-undang dalam arti formil

                        b.  sumber hukum dalam arti formil      e.  kebiasaan

                        c.  undang-undang dalam arti materiil

6.  Hukum yang ditetapkan oleh negara-negara yang bersama-sama mengadakan suatu perjanjian disebut ....      

          a.  undang-undang                      c.  kebiasaan                       e.       konvensi

          b.  traktat                                    d.  yurisprudensi

7.  Norma hukum memiliki sifat ....

          a.  fleksibel                                  d. tidak tertulis

          b.  tidak mengikat                            e.  memaksa dan sanksinya tegas

          c.  terbuka

8.  Hasil produksi legislatif berupa ....

          a. peraturan                                d.      revisi

          b. perundang-undangan nasional         e. kasasi

          c. putusan

9.  Hukum perdata yang mengatur perihal hubungan-hubungan hukum yang dapat dinilai dengan uang adalah hukum ....

          a.  tentang diri sendiri                     c.  kekeluargaan   e.  dagang

          b.  kekayaan                                d.  warisan

                  10.     Hukum yang berlaku di negara lain disebut hukum ....

          a.  nasional b.  internasional        c.  asing           d.  antarnegara     e.         regional

 

Perhitungan nilai akhir dalam skala 0 – 100

 

Mengetahui,

 

Kadungora,  16 Juli 2012

Kepala MAM “Plus” Cisaat

 

Guru Mata Pelajaran,

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dedi Suryadi, S.Ag.

 

Arif Kurniawan R., S.Pd.

NBM. 901 242

 

NBM. 961.297

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Bab 3

Penegakan dan Perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM)

 

Nama Madrasah     :   MA Muhammadiyah “Plus” Cisaat

Mata Pelajaran       :   Pendidikan Kewarganegaraan

Kelas/Semester        :   X/1  

Alokasi Waktu        :   10  jam pelajaran (5 x pertemuan)

Dilaksanakan          :   Pada pertemuan ke-14 s.d. 18

 

Standar Kompetensi :  3.  Menampilkan peran serta dalam upaya pemajuan, penghormatan, dan

                                            perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM)

Kompetensi Dasar     :    

3.1. Menganalisis upaya pemajuan, penghormatan, dan penegakan HAM

3.2. Menampilkan peran serta dalam upaya pemajuan, penghormatan, dan penegakan HAM di Indonesia

3.3. Mendeskripsikan instrumen hukum dan peradilan internasional HAM

Indikator                    :    

Ø Menjelaskan upaya pemajuan, penghormatan, dan penegakan HAM

Ø Memberi contoh peran serta dalam upaya pemajuan, penghormatan, dan penegakan HAM di Indonesia

Ø Menyebutkan instrumen hukum dan peradilan internasional HAM

A.  Tujuan Pembelajaran

-     Siswa dapat menganalisis upaya pemajuan, penghormatan, dan penegakan HAM

-     Siswa dapat menampillkan peran serta dalam upaya pemajuan, penghormatan, dan penegakan HAM di Indonesia

-     Siswa dapat mendeskripsikan instrumen hukum dan peradilan internasional HAM

B.              Materi Pembelajaran

      Penegakan dan Perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM)

Pertemuan Ke-14 dan 15

1.   Hak asasi manusia adalah hak yang dibawa sejak lahir yang secara kodrati melekat pada setiap manusia dan tidak diganggu gugat (bersifat mutlak).

2.   Hak asasi pribadi meliputi hak kebebasan beragama, beribadah sesuai keyakinan masing-masing, menyatakan pendapat, dan kebebasan berserikat atau berorganisasi.

3.   Hak asasi sosial budaya, misalnya hak untuk memperoleh pendidikan, hak memilih dan dipilih dalam apemilu, hak untuk mendirikan partai politik, serta hak untuk mengajukan petisi, kritik, atau saran.

4.   Magna Charta Libertatum adalah hasil perjuangan para bangsawan Inggris yang menuntut kepada Raja John untuka mengakui hak-hak para bangsawan dan rakyat.

5.   Magna Charta merupakan piagam hak asasi manusia tertua di dunia.

Pertemuan Ke-16 s.d. 18

1.   Berbagai upaya penegakan HAM di Indonesia telah dilakukan sejak Orde Lama hingga sekarang ini.

2.   Pasca pemerintahan Orde Baru (era reformasi), banyak produk peraturan perundangan tentang hak asasi manusia yang dikeluarkan.

3.   Produk peraturan perundangan tentang hak asasi manusia, di antaranya:

      a.   Ketetapan MPR No. XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia.

      b.   UU No. 5 Tahun 1998 tentang pengesahan Convention Against Torture and Other Cruel, lnhuman or       Degrading Treatement or Punishment (Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau       Penghukuman Lain yang Kejam, Tidak Manusiawi, atau Merendahkan Martabat Manusia).

      c.   Keppres No. 181 Tahun 1998 tentang Komisi Nasional Antikekerasan terhadap Perempuan.

      d.  Keppres No. 129 Tahun 1998 tentang Rencana Aksi Nasional Hak-hak Asasi Manusia Indonesia.

4.   Pelanggaran HAM yang berskala internasional antara lain: genosida, kejahatan perang, kejahatan humaniter, agresi, pembajakan kapal laut atau pesawat atau terorisme.

5.   Genocide (genosida) adalah pembunuhan atau pemusnahan besar-besaran yang dilakukan secara sistematis dan terencana terhadap suatu bangsa, suku atau ras. Tindakan ini dilakukan oleh suatu kelompok suku/bangsa terhadap suku/bangsa lain demi kepentingan politiknya. Contoh: tindakan Adolf Hitler kepada suku/bangsa Yahudi pada masa Perang Dunia II.

 

C.  Strategi Pembelajaran

     Diskusi kelompok, tanya jawab,  inkuiri, dan penugasan

Ø  Model Pembelajaran     : Examples Non-Examples, JIGSAW, Student Team Achievement Division (STAD)  

Ø  Pendekatan                       :  Student Centered Approach

Ø  Metode Pembelajaran       :  Diskusi kelompok, ceramah bervariasi, tanya jawab, inkuiri dan penugasan

 

D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

 

Pertemuan Ke-14 dan 15

            Pendahuluan

                                            Apersepsi:

     Siswa diberi pemahaman tentang hak asasi manusia

Motivasi:

Memotivasi akan pentingnya menguasai materi ini dengan baik, untuk membantu siswa dalam memahami tentang pelaksanaan hak asasi manusia

Kegiatan Inti

1.   Dengan informasi dari guru, siswa diajak memahami pengertian hak asasi manusia. (Eksplorasi)

2.  Dengan berdiskusi dan tanya jawab siswa diajak memahami dan menyebutkan macam-macam hak asasi      manusia. (Elaborasi)

3.   Guru memberi tugas siswa untuk mengerjakan latihan  soal-soal  tentang  upaya penegakan HAM di      Indonesia. (Elaborasi)

4.   Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa. (Konfirmasi)

5.   Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan, dan penyimpulan. (Konfirmasi)

Kegiatan Penutup

1.   Dengan bimbingan guru siswa diminta untuk membuat rangkuman materi

2.   Siswa dan guru melakukan refleksi

3.   Guru memberikan tugas rumah (PR)

 

Pertemuan Ke-16 s.d 18

            Pendahuluan

                                            Apersepsi:

     Siswa diberi pemahaman tentang perkembangan HAM di Indonesia

Motivasi:

Memotivasi akan pentingnya menguasai materi ini dengan baik, untuk membantu siswa dalam memahami tentang perkembangan pelaksanaan hak asasi manusia di Indonesia

Kegiatan Inti

1.   Dengan informasi dari guru, siswa diajak menyebutkan instrumen HAM di Indonesia. (Eksplorasi)

       2.  Dengan berdiskusi dan tanya jawab siswa diajak memahami dan menjelaskan hambatan penegakan      HAM di Indonesia. (Elaborasi)

       3.   Dengan berdiskusi dan tanya jawab siswa diajak memberi contoh peran serta masyarakat dalam upaya penegakan HAM di Indonesia. (Elaborasi)

4.  Guru memberi tugas siswa untuk mengerjakan  latihan  soal-soal  tentang perkembangan dan tantangan penegakan HAM di Indonesia. (Elaborasi)

5.   Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa. (Konfirmasi)

6.   Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan, dan penyimpulan. (Konfirmasi)

Kegiatan Penutup

1.   Dengan bimbingan guru siswa diminta untuk membuat rangkuman materi

2.   Siswa dan guru melakukan refleksi

3.   Guru memberikan tugas rumah (PR)

 

E. Alat dan Bahan

1.   Alat    :  Laptop (infocus)

2.   Sumber belajar   :

         - Buku paket PKn Kelas X (Budianto, Penerbit : Erlangga)

         - Buku lain yang relevan

         -  Hand Out

 

F.   Penilaian

1.   Teknik/jenis  : kuis dan tugas individu

2.   Bentuk instrumen: pertanyaan lisan dan tes tertulis (Essay)

3.   Instrumen/soal:

1.   Sebutkan jaminan HAM yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945!

2.   Sebutkan faktor sosial budaya yang menjadi penghambat penegakan HAM di Indonesia!

3.   Hak asasi apakah yang dijamin dalam Pasal 27 ayat (1) UUD 1945?

4.   Instrumen hukum apa sajakah yang mengatur tentang hak asasi manusia di Indonesia?

5.   Hak-hak apa saja yang dijamin pelaksanaannya dalam UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM?

 

Perhitungan nilai akhir dalam skala 0 – 100 adalah sebagai berikut:

Nilai akhir = perolehan skor/skor maksimum (70) x skor ideal (100)

 

 

Mengetahui,

 

Kadungora,  16 Juli 2012

Kepala MAM “Plus” Cisaat

 

Guru Mata Pelajaran,

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dedi Suryadi, S.Ag.

 

Arif Kurniawan R., S.Pd.

NBM. 901 242

 

NBM. 961.297

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

 

Bab 4

Hubungan Dasar Negara dengan Konstitusi

 

Nama Madrasah     : MA Muhammadiyah “Plus” Cisaat

Mata Pelajaran       : Pendidikan Kewarganegaraan

Kelas/Semester        : X/2    

Alokasi Waktu        : 8 jam pelajaran (4 x pertemuan)

Dilaksanakan          : Pada pertemuan ke-1 s.d. 4

 

 

Standar Kompetensi    :   4. Menganalisis hubungan dasar negara dengan konstitusi.

Kompetensi Dasar       :    4.1 Mendeskripsikan hubungan   dasar negara dengan konstitusi.

 4.2            Menganalisis substansi konstitusi negara.

 4.3            Menganalisis kedudukan pembukaan UUD 1945 Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 4.4            Menunjukkan sikap positif terhadap konstitusi  negara.

Indikator                        : 

Ø Mendeskripsikan pengertian dasar negara

Ø Mendeskripsikan pengertian konstitusi negara

Ø Menguraikan tujuan dan nilai konstitusi

Ø Menyimpulkan keterkaitan dasar negara dengan konstitusi di sebuah negara

Ø Menguraikan unsur sebuah konstitusi.

Ø Menyimpulkan ciri sebuah konstitusi bagi negara tertentu.

Ø Menganalisis substansi konstitusi Indonesia

Ø Mendeskripsikan pokok pikiran yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945

Ø Menganalisis kedudukan Pembukaan UUD 1945

Ø Menguraikan makna tiap alinia yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945.

Ø Menunjukkan periodesasi konstitusi Indonesia

Ø Mendeskripsikan kesepakatan dasar dalam melakukan perubahan.

Ø Menguraikan fungsi perubahan sebuah konstitusi

Ø Menyimpulkan perilaku positif terhadap konstitusi negara

 

A.    Tujuan Pembelajaran  :

            Tujuan pokok pembelajaran adalah agar siswa mampu dan dapat :

-       Mendeskripsikan pengertian dasar negara

-       Mendeskripsikan pengertian konstitusi negara

-       Menguraikan tujuan dan nilai konstitusi

-       Menyimpulkan keterkaitan dasar negara dengan konstitusi di sebuah negara

-       Menguraikan unsur sebuah konstitusi

-       Menyimpulkan ciri sebuah konstitusi bagi negara tertentu

-       Menganalisis substansi konstitusi Indonesia

-       Mendeskripsikan pokok pikiran yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945

-       Menganalisis kedudukan Pembukaan UUD 1945

-       Menguraikan makna tiap alinia yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945

-       Menunjukkan periodesasi konstitusi Indonesia

-       Mendeskripsikan kesepakatan dasar dalam melakukan perubahan.

-       Menguraikan fungsi perubahan sebuah konstitusi

-       Menyimpulkan perilaku positif terhadap konstitusi negara

 

 

 

 

 

B.     Materi Ajar (Materi Pokok) :

 

Dasar negara dan konstitusi

Pengertian Dasar Negara dan Konstitusi Negara

Tujuan dan Nilai  konstitusi

Keterkaitan Dasar negara dan konstitusi

Substansi konstitusi negara

Muatan konstitusi negara

Klasifikasi konstitusi di Indonesia

Implementasi dasar negara ke dalam konstitusi atau UUD 1945

Pembukaan UUD 1945 Negara Kesatuan Republik Indonesia

Pokok pikiran pembukaan UUD 1945

Kedudukan Pembukaan dalam UUD 1945

Makna setiap alinia dalam pembukaan

Perkembangan konstitusi Indonesia

Periode berlakunya konstitusi

Fungsi dan tahapan perubahan UUD 1945

Kesepakatan dasar dalam melakukan perubahan

Contoh perilaku positif terhadap konstitusi negara

 

C.    Metode Pembelajaran :

Ø  Model Pembelajaran     : Teknik JIGSAW (Model Tim Ahli)   

Ø  Pendekatan                      : Student Centered Approach

Ø  Metode Pembelajaran      : Cooperatif learning, Diskusi kelompok, Ceramah bervariasi

 

  D. Langkah-langkah Pembelajaran

Kegiatan Awal

-          Tanya jawab tentang pelajaran minggu yang lalu (review)

-          Menyampaikan pokok materi pembahasan hari ini

-          Menginformasikan kompetensi dasar yang ingin dicapai dalam pembelajaran.

Kegiatan Inti

-          Membagi siswa dalam kelompok-kelompok kecil @ 4 orang, dinamakan kelompok kooperatif.                 

-          Guru menyampaikan tugas-tugas yang harus dikerjakan masing-masing anggota kelompok kooperatif, yang terdiri atas :

Dasar negara dan konstitusi

-        Pengertian Dasar Negara dan Konstitusi Negara

-        Tujuan dan Nilai  konstitusi

-        Keterkaitan Dasar negara dan konstitusi

Substansi konstitusi negara

-        Muatan konstitusi negara

-        Klasifikasi konstitusi di Indonesia

-        Implementasi dasar negara ke dalam konstitusi atau UUD 1945

Pembukaan UUD 1945 Negara Kesatuan Republik Indonesia

-        Pokok pikiran pembukaan UUD 1945

-        Kedudukan Pembukaan dalam UUD 1945

-        Makna setiap alinia dalam pembukaan

Perkembangan konstitusi Indonesia

-        Periode berlakunya konstitusi

-        Fungsi dan tahapan perubahan UUD 1945

-        Kesepakatan dasar dalam melakukan perubahan

-        Contoh perilaku positif terhadap konstitusi negara

Jika jumlah siswa 40 orang, berarti terdapat 10 kelompok. Jadi terdapat kelompok yang membahas materi sama.

3.     Setelah selesai melakukan diskusi dalam kelompok kecil, setiap anggota kelompok mengambil undian tugas secara indivual yang telah disediakan oleh guru. Undian berisi materi-materi yang telah didiskusikan.

4.     Siswa diminta menemui teman lain yang mempunyai tugas sama untuk membentuk kelompok baru dan mengerjakan tugas yang ia terima. Anggota kelompok baru tersebut kemungkinan besar terdiri atas siswa yang dalam kelompok kecil membahas materi berbeda. Jadi anggota kelompok baru jumlahnya lebih banyak dan berisi siswa dari kelompok yang membahas materi berbeda dan dinamakan kelompok ahli.

5.     Setiap anggota kelompok baru bertindak sebagai ahli yang harus

Komentar :

Nama :
E-mail :
Web :
Komentar :
Masukkan kode pada gambar

    [Emoticon]
 

Pengumuman PPMB

 

Artikel Popular

  • Hak Asasi Manusia (Hand Out 2)
    CIVIC EDUCATIONS - 01-12-2012 09:48:46  (11)
  • PERMENAG 2 / 2008
    Regulasi Pendidikan Kita - 30-10-2012 09:53:29  (5)
  • Hak Asasi Manusia (Hand Out 1)
    CIVIC EDUCATIONS - 01-12-2012 09:11:16  (3)
  • Perbandingan Sistem Presidensial VS Parlementer
    CIVIC EDUCATIONS - 24-10-2013 03:52:33  (2)
  • Misi dan Fungsi PERS
    CIVIC EDUCATIONS - 30-10-2012 09:59:21  (2)
 
 
 

time

 

animasi

 
Home | Profil | Pengumuman

Copyright © 2011 Unair | Designed by Free CSS Templates